Meningkatkan Nilai Jual Serbuk Kayu

Hasil karya kaligrafi dari serbuk kayu
Kaligrafi merupakan tulisan indah, kaligrafi secara umum telah dikenal dalam peradaban dunia, tidak hanya di Barat tetapi juga di Timur dan negeri-negeri jauh. Kaligrafi berkaitan dengan teknik atau “seni”. Kaligrafi adalah seni arsitektur rohani yang tampak melalui bentuk jasmani (material atau visual, dalam hal ini tulisan). Secara umum kaligrafi dilukis dengan menggunakan cat. Namun, pada kali ini kelompok 06 KKN Universitas Trunojoyo Madura mencoba memberikan sentuhan baru atau inovasi baru terhadap pembuatan kaligrafi, yaitu dengan memanfaatkan serbuk kayu, yang keberadaannya di Desa Bangsereh tempat kami melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) cukup banyak, karena di Desa Bangsereh terdapat beberapa warga yang membuka usaha somil, dimana serbuk kayu tersebut biasanya dibuang atau tidak dimanfaatkan.

Kegiatan membuat kaligrafi
Dengan menambahkan inovasi baru ke dalam kaligrafi yaitu dengan memanfaatkan serbuk kayu, diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari kaligrafi tersebut serta memanfaatkan limbah dari usaha somil yang ditekuni warga sekitar. Cara pembuatan kaligrafi dengan pemanfaatan serbuk kayu tersebut cukup mudah yaitu dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemui dalam lingkungan sekitar antara ;ain serbuk kayu, lem kayu, triplek, bingkai kayu, cetakan gambar, paku, dan cat untuk memperindah kaligrafi tersebut serta alat yang digunakan untuk membuat kaligrafi yaitu gergaji, palu, kuas, dan ampelas.
Adapun cara pembuatan kaligrafi dengan pemanfaatan serbuk kayu yaitu membuat figora dengan menggunakan triplek, kayu dan paku. Setelah itu, mewarnai figora tersebut sesuai yang diinginkan. Selanjutnya, membuat cetakan berupa gambar atau tulisan yang diinginkan dengan mencetak gambar atau tulisan tersebut. Memotong pola gambar atau tulisan yang diinginkan, kemudian meletakkan cetakan tersebut pada triplek yang sudah dijadikan figora. Selanjutnya, mengoles lem kayu pada pola cetakan yang telah disediakan serta menaburkan serbuk kayu pada cetakan yang telah diberikan lem kayu. Setelah itu, merapikan bagian yang tidak sesuai pola atau cetakan dan mengeringkan dengan cara menjemur, sehingga serbuk kayu dan lem kayu tersebut kering. Kemudian, mewarnai pola gambar atau tulisan tersebut dengan warna yang diinginkan. 

0 komentar:

Copyright © 2018 Desa Bangsereh