Budaya di Desa Bangsereh

Proses pemberangkatan umroh di Desa Bangsereh

Desa Bangsereh merupakan desa yang ada di Kecamatan Sepuluh, Kabupaten Bangkalan. Desa Bangsereh memiliki kebudayaan yang sangat kental bersifat islami diantaranya tasyakuran haji atau umroh, tahlilan, dan pengajian atau sholawatan. Kebudayaan ini sering dilakukan di desa Bangsereh dengan mendatangkan seorang kiai yang ternama di desa tersebut untuk ikut berpartisipasi untuk mengikuti acara tersebut. Namun di desa Bangsereh diadakan dua kali pelaksanaan dalam satu hari, yang pertama dilaksanakan pada sore hari yaitu untuk kiai yang diundang dan beberapa sanak famili di sekitarnya dan yang kedua dilaksanakan pada malam hari dengan warga di sekitar desa Bangsereh. Untuk menghadiri acara tersebut melalui undangan secara lisan pada hari pelaksanaan mendatangi rumah warga dan sanak famili yang berada di kawasan desa Bengsereh. Biasanya dalam penyajian makanan dalam acara tasyakuran haji atau umroh, tahlilan, dan pengajian atau sholawatan memiliki cara yang berbeda dengan desa yang lain. 
Pertama, acara tasyakuran umroh atau haji memiliki penyajian makanan yang berbeda yaitu diberi makanan yang dikemas dengan keranjang nasi dan kantong plastik setelah makan makanan yang disajikan dalam piring. Penyajian dalam piring yaitu nasi dibentuk separuh piring dan ikan diletakkan di atas nasi dan di samping nasi tersebut diberi air gelas. Kedua, acara tahlilan memiliki penyajian makanan yang berbeda dengan acara tasyakuran umroh  atau haji yaitu diberi makanan berupa kue atau snack dan air gelas pada hari pertama sampai ketujuh namun pada hari ketiga diberi nasi bungkus dan air gelas sedangkan pada hari ketujuh diberi nasi keranjang. Untuk pelaksanaan tahlilan ini tidak ada undangan namun tetangga atau orang disekitar mengetahui bisa  menghadiri acara tahlilaln tersebut kecuali 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari dan dilaksanakan pada malam hari saja. Ketiga, acara sholawatan atau pengajian. Acara sholawatan atau pengajian dilaksanakan pada malam jum’at atau pada hari pemberangkatan umroh atau haji hingga sampai kembali ke Indonesia. Pada acara ini diberi nasi piring dan ikan yang tanpa kuah. 
Dari budaya yang dimiliki desa Bangsereh tersebut tidak dapat dipisahkan dengan kebiasaan mereka yang melaksanakan acara tersebut yang memiliki cara penyajian yang berbeda dengan penyajian acara syukuran haji atau umroh, tahlilan, dan sholawatan atau pengajian yang ada di desa lainnya.

0 komentar:

Copyright © 2018 Desa Bangsereh